»

Cari Informasi Di sini aja....

Google
 

Melankolis

Seneng juga jadi orang melankolis
tapi gak dikit pula susahnya apalagi melankolis yg cenderung koleris. Alamak........ Klo yg kluar sisi negatifnya, ampun dah. Apalagi aq yg anak kos-kosan, hrs berhubungan dengan temen2 yg beraneka ragam sifat.
style="font-size:100%;"> Liat kos berantakan, piring kotor numpuk, kamar mandi kotor, sampah numpuk gak dibuang2, karpet kotor dll. Langsung aja sisi positif melankolisq kluar. Ingin slalu menjaga rumah slalu rapi, gak suka dgn yg berantakan. Langsung dah ganti kostum jd pembantu. Nyuci piring2, ngrapiin dapur, buang sampah, bersihkan kamar mandi, nyapu dll. Eits jgn slh lho.... Aq jg punya sisi koleris. Jgn dikira wkt nglakuin itu smua, aq diem aj. Sambil bersih2, aq pun ngomel2, kadang jg marah2 sama tmn2 . Untuk sifatq satu ini, ibu'q yg srg khawatir. Takutnya karna aq pemarah jd gak punya temen. Don't worry mom, I can control it.
Sisi positif melankolis yg laen Mau mendengarkan keluhan. Aq mau jd pendengar yg baik buat tmn2q bahkan aq jarang ngeluh sm mreka, takutnya malah jd beban (nah ini sisi negatifq). Duh klo dicritain smua kya'nya bakalan panjang kali lebar deh. Tp buat org yg jg melankolis, nih sifat2 orang melo.
KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain

KELEMAHAN
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan

2 komentar:

pinkdswet mengatakan...

ana..drmu jg melankolis..qt sma dunk..hahaha..km koq sm sih kyk q tp q jg sdkit ke plegmatis..hehe..q jg nih klo dkos g ska klihatn yg kotor2..sukanya nyapu,buang smph yg mnumpuk..huf..yg pnting q sneng lhtnya mski tuh cpek jg sih..hehe..hdp melankolis

akihabara mengatakan...

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?
Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.
Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

So... apapun kekurangan dan kelebihan kita,jika diambil hikmahnya akan membawa pada kebaikan diri.